Rss Feed
  1. Berbuat baik..

    Kata siapa berbuat baik itu mudah. Orang dalam berbuat baik itu butuh iman yang besar, hati yang benar-benar bersih dan niat yang kuat. Berbuat baik pasti ada cobaannya. Beda sama berbuat jahat, berbuat jahat itu itu mudah, sama kayak nyari musuh. Lebih gampang nyari musuh daripada nyari temen. Makanya berbuat baik itu harus dari sinii.. dari hati lo.

    Niat adalah satu-satunya kekuatan yang membuat orang dalam melaksanakan kebaikan itu enggak goyah, gak gentar dan semakin kuat. Niat itu ibarat pondasi kalau kita mau bikin rumah.

    Niat itu datengnya dari dalem hati. Dari keinginan diri yang ingin berubah, dari kesadaran diri sendiri. Niat gak bisa dibangun dengan "disuruh" orang lain, kecuali motivasi. Niat itu adanya di lubuk hati lo yang paling dalem. Yang memaksa lo buat melakukan kebaikan itu, yang semakin memuncak dan keinginan yang semakin besar. Itu tanda-tanda niat yang akan bangun pondasi kuat dalam diri lo.

    Kenapa sih, gua bilang kebaikan itu butuh iman yang kuat dan kesabaran? Karena kebaikan itu juga di uji.

    Kayak contohnya, gua saat ini ingin rasanya berhijab. Niat udah meletup-letup dalam hati. Tapi ketika gua berhijab, ada salah seorang tetangga gua suka ngecengin, suka ngomongin. Lalu terkadang gua jadi risih dengan tatapan orang-orang karena biasanya gua gak berhijab tiba-tiba berhijab, pasti orang sekampung bakalan liatin. Apalagi ada yang mulutnya suka usil.

    Lalu ketika gua sudah berhijab, tiba-tiba ada panggilan kerja yang menuntut untuk tidak berhijab. Dimana pekerjaan itu adalah pekerjaan yang gua damba-dambakan. Namun, di sisi lain kalau niat gua gak kuat gua bisa aja terima itu. Cobaan-cobaan semacam itu yang bikin iman kita saat berbuat baik itu goyah. Gak tahan godaan, gak tahan ujian juga.

    Gua mencoba untuk istiqamah, toh rezeki gak akan kemana, semua udah di atur sama Allah. Tapi di pikiran yang lain, duh masa harus nolak rezeki yang selama ini di impi-impikan..

    Emang butuh keseriusan dan kesabaran yang besar. Cobaan datangnya gak selalu bikin sakit, cobaan dalam nikmat juga ada. Cobaan dalam nikmat tersebut yang paling mengerikan, karena kita gak sadar kita udah terperosok sangat jauh, karena rasanya gak sakit. Beda kalau cobaan datangnya bikin sakit. Pasti kita jadi ingat Allah terus untuk minta dibantuin ngurangin rasa sakitnya.

    Tapi insha Allah.. semuanya pasti berhikmah.


    |


  2. 0 comments:

    Poskan Komentar